Rabu, 07 Januari 2009

Tutorial pengolahan form dengan PHP

Tutorial pengolahan form dengan PHP


Hari ini kita akan bicara mengenai formulir. Apa yang saya maksud dengan formulir di sini adalah formulir web isian yang biasa kita jumpai di website-website yang kita kunjungi. Ada berbagai macam bentuk formulir isian, seperti formulir pendaftaran menjadi anggota, formulir pencarian, formulir pemesanan barang dan lain sebagainya.

Hal pertama yang harus kita ketahui dalam membuat formulir adalah apa kegunaan
dari formulir tersebut, dan siapa yang akan mengisi formulir tersebut. Formulir
web adalah sebuah regenerasi dari formulir kertas yang biasa di isi dengan menggunakan
pena. Fungsi dan kegunaannya sama, yang membedakannya hanyalah data yang dikirim
bisa langsung kita olah dengan menggunakan script, baik itu pengolahan untuk
validasi data atau menyimpan data tersebut ke bentuk lain, ke dalam database
misalnya.

Berbagai macam kolom yang bisa kita muat dalam formulir tersebut, seperti kolom
teks, tombol radio, select box, check box, hidden field, tombol perintah dan
lain-lain. Intinya kolom yang bisa ditampilkan di formulir tradisional (kertas)
bisa juga dibuat di web.

Untuk contoh pertama, mari kita coba membuat formulir data diri. Mari kita
siapkan sebuah dokumen html yang berisi formulir input dengan beberapa kolom
dan jenis data.



Formulir Data Diri



Nama Anda:




Jenis Kelamin:


Pria

Wanita

Sudah punya pacar?







Alamat:



Nomor Telpon:



Tempat Lahir:



Tanggal Lahir:





Hobi:












Tag HTML di atas ketika di eksekusi pada browser akan menampilkan sebuah form
isian. Form tersebut belum lengkap, yang ingin saya tunjukkan di tutorial ini
adalah bagaimana cara kita untuk mengolah form tersebut, jadi jika masih kirang
maka Anda bisa menambahkan beberapa kolom lagi sesuai dengan kebutuhan Anda.

Bila kita perhatikan pada tag
maka kita akan lihat bahwa form
tersebut menggunakan property method=”post” action=”input.php”
itu berarti bahwa metode pengiriman data yang akan dilakukan oleh form tersebut
adalah dengan metode POST dan file yang dituju untuk mengeksekusi/mengolahnya
adalah file input.php.

Validasi Data

Mari kita buat file PHP yang akan mengolah formulir tersebut. Standar pengolahannya
adalah dengan cara memvalidasi data yang dikirim lalu berikutnya terserah Anda
ingin diapakan data tersebut, mungkin dalam contoh ini data tersebut akan kita
kirim ke email Anda.
Kita letakkan tag PHP di bawah ini di bagian atas dari file PHP kita.

if (!$_POST) {
Header ("Location:./form.html");
exit();
}

Tag tersebut akan membuat supaya orang yang masuk ke file input.php sebelum
melalui form sebelumnya dilemparkan kembali ke form. Selanjutnya kita buat deklarasi
variable yang akan kita ambil.

$nama = "";
$kelamin = "";
$pacar = "";
$alamat = "";
$telpon = "";
$tempat_lahir = "";
$tanggal_lahir = "";
$ hobi = Array();

Setelah mendeklarasikan variable, sekarang saatnya kita mendefinisikan variabel-
variabel tersebut sesuai dengan data yang telah di isi oleh pengunjung.

$nama = $_POST["nama"];
$kelamin = $_POST["kelamin"];
$pacar = $_POST["pacar"];
$alamat = $_POST["alamat"];
$telpon = $_POST["telpon"];
$tempat_lahir = $_POST["tempat_lahir"];
$tanggal_lahir = $_POST["tanggal_lahir"];
$hobi = $_POST["hobi"];

Perhatikan pada saat kita mendefinisikan variabel hobi dan pada saat kita menuliskannya
pada form. Pada saat kita menuliskannya pada formulir, kita menggunakan hobi[],
sedangkan pada saat mendefinisikan kita menggunakan hanya hobi, hal ini diperlukan
karena kita memperbolehkan pengunjung memilih lebih dari satu hobi.

Sekarang saatnya kita memvalidasi data-data tersebut.

$error = "";
if (trim ($nama) == "") {
$error .= "
  • Nama Anda masih kosong.
  • ";
    }

    if (trim ($kelamin) == "") {
    $error .= "
  • Kelamin belum dipilih.
  • ";
    }

    if (count ($hobi) < 1) {
    $error .= "
  • Hobi belum dipilih.
  • ";
    }

    if (trim ($error) != "") {
    print "Ada kesalahan:$error";
    print “Silahkan tekan tombol ”BACK” pada browser Anda.”;
    exit();
    }

    Kita lihat lagi tag di atas, pertama-tama kita mendefinisikan bahwa variabel
    $error adalah kosong. Lalu pada saat kondisi-kondisi terpenuhi maka variabel
    $error akan bertambah. Pada akhirnya kita lihat lagi, apabila variabel $error
    tidak kosong lagi, maka kita tampilkan pesan kesalahan lalu program dihentikan.

    Pada baris berikutnya kita lakukan perintah penggabungan semua inputan dari
    user dan kita siapkan ke sebuah bentuk yang akan dikirimkan ke email.

    $message = "";
    $message = "Nama: $nama n";
    $message .= "Kelamin: $kelamin n";
    $message .= "Sudah punya pacar? $pacar n";
    $message .= "Alamat: $alamat n";
    $message .= "No.Telpon: $telpon n";
    $message .= "Tempat Lahir: $tempat_lahir n";
    $message .= "Tanggal Lahir: $tanggal_lahir n";
    $message .= "Hobi: ";

    for ($i=0; $i$message .= $hobi[$i].", ";
    }

    $message = substr ($message, 0, strlen($message)-2);

    Sekarang kita sudah memiliki sebuah variabel $message yang berisi data yang
    telah di kirim oleh pengunjung. Berikutnya kita siapkan variabel-variabel tambahan
    yang akan kita gunakan oleh meng-eksekusi fungsi mail(), sebaiknya Anda membaca
    fungsi tersebut pada manual karena kita tidak akan membahas banyak tentang fungsi
    tersebut di sini.

    var $to;
    var $subject;
    var $from;
    var $headers;
    $to = "hermawan@codewalkers.com";
    $subject = "Data Personal Pengunjung";
    $from = "hermawan@codewalkers.com";
    $headers = "From: $fromn";
    $headers .= "Reply-To: $from n";
    mail ($to, $subject, $message, $headers);

    print "Data telah sukses dimasukkan.";

    Email yang berisi input dari pengunjung telah dikirim ke email, maka tugas
    kita sudah selesai, bisa ambil kopi sebentar dan relax. Demikian perbincangan
    kita kali ini, semoga Anda dapat mengolah formulir-formulir yang lebih penting
    lainnya. Bila ada pertanyaan, komentar atau kritik bisa dikirim ke email saya.

    Tidak ada komentar:

    Poskan Komentar